Rapendik Streaming

OLIMPIADE TIK 2014

logo-tik-2014

Rapendik On TV

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 54
IP kamu: 54.91.47.154
,
Hari ini: Oktober 31, 2014

pjj

Informasi Pendidikan Rapendik On Streaming

Tabuhan alat music “dud dug” oleh Gubernur Jatim, Soekarwo didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan

Read More

Surabaya-Reog merupakan kesenian terkenal asli warisan leluhur Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ponorogo Jawa

Read More

Sidoarjo-Animo para peserta baik guru ataupun siswa begitu besar untuk mengikuti Olimpiade TIK Pendidikan

Read More

Seputar Dinas - Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono selaku penasehat tingkat nasional KORPS Pegawai

Read More

Dunia Kesehatan - Banyak anak sekarang tidak bisa berlari secepat orangtua mereka ketika masih muda,

Read More

Dunia Kesehatan - Kesibukan dan tekanan pekerjaan kerap menimbulkan banyak masalah. Gangguan kesehatan mulai dari

Read More

Dunia Kesehatan - Pada saat kita menguap, sendi-sendi dan sekelompok otot rahang lah yang bekerja.

Read More

Dunia Kesehatan - Setelah aktivitas seharian yang menguras energi tentu kita mendambakan bisa tidur lelap

Read More
Share |

Home

Service Excellence in Public Service, by Kank Hari HRD Consultant

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

"It is not my job, this is not my work, this part, I do not care" are words we often hear from people who have the problem of "personality" in office .What happens if you serve the customer is the owner, a partner company and your agency's top management and colleagues So that the unpleasant treatment that _ affect the overall assessment of the mental attitude judging employee performance, because the disappointment is concerned reported to the supervisor or written directly mass media.


There are a lot of people read dozens or even hundreds of successful books, meet memory with words of wisdom from the opinion of several prominent, but often among those who actually close the success chances of passing in front of the eye with catch .Chance should ignore opportunities that might not come you love that can appear in the form of sincerity in serving others in proportion to the authority, may request information or assistance you were "provocation" that gives you the opportunity to be considered the propriety over promotion.

Kurikulum 2013 dan Sertifikasi Guru Akan di Evaluasi

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan siap mengevaluasi kebijakan besar bidang pendidikan. Kebijakan tersebut antara lain, implementasi Kurikulum 2013 dan sertifikasi guru. Anies mengajak jajarannya untuk memperbaiki kekurangan di bidang itu.

"Kebijakan evaluasinya seperti apa, belum dapat saya katakan sekarang. Namun memang sudah ada masukan dari tim transisi yang harus dikoordinasikan dulu dengan jajaran Kemendikbud, yang jelas ini harus segera dilakukan," kata Anies yang SekolahDasar.Net kutip Republika (30/10/2014).

KEBUDAYAAN NASIONAL

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

Kebudayaan Nasional Indonesia adalah segala puncak-puncak dan sari-sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan, baik yang lama maupun yang ciptaan baru, yang berjiwa nasional (Dewantara; 1994).

 

Kebudayaan Nasional Indonesia secara hakiki terdiri dari semua budaya yang terdapat dalam wilayah Republik Indonesia. Tanpa budaya-budaya itu tak ada Kebudayaan Nasional. Itu tidak berarti Kebudayaan Nasional sekadar penjumlahan semua budaya lokal di seantero Nusantara. Kebudayan Nasional merupakan realitas, karena kesatuan nasional merupakan realitas. Kebudayaan Nasional akan mantap apabila di satu pihak budaya-budaya Nusantara asli tetap mantap, dan di lain pihak kehidupan nasional dapat dihayati sebagai bermakna oleh seluruh warga masyarakat Indonesia (Suseno; 1992).

Kebudayaan Harus Ditangani secara Serius

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

kebudayaan
Halo Pendidikan - Pemerintahan Presiden Joko Widodo harus menangani kebudayaan dengan serius serta memperhatikan pendidikan dan pengajaran kebudayaan secara menyeluruh di segala bidang. Nasihat masyhur Ki Hajar Dewantara semestinya jangan pernah ditinggalkan, yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Demikian dikatakan seniman dan sastrawan Remy Sylado dalam pidato kebudayaan dan deklarasi Dewantara Center di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (28/10) malam. Bagi Remy, jika pemerintah tidak menangani pendidikan-kebudayaan dengan serius, bukan hanya masyarakat yang sakit dan tersalahkan. Namun, pemerintah sendirilah yang merupakan pasien berpenyakit paling menular yang harus disembuhkan.
Remy menyoroti pidato Presiden Joko Widodo dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. ”Jokowi (Joko Widodo) menyerukan program kerja keras untuk pembangunan Indonesia. Ia menyebut beberapa ladang, termasuk hebatnya tukang bakso. Tapi, aneh bin ajaib tidak menyinggung pembangunan kebudayaan. Rupanya di mata Jokowi, bakso lebih mulia ketimbang kebudayaan,” kata Remy.
Dalam orasinya di hadapan para guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, 1956, Ki Hajar Dewantara berkata setelah mengutip karya adiluhung Sultan Agung, Serat Sastragending, ”Pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih kebudayaan. Bahwa kemerdekaan Nusa dan Bangsa untuk mengejar keselamatan dan kebahagiaan rakyat tidak mungkin tercapai hanya dengan jalan politik. Bahwa untuk dapat bekerja di sawah dan ladang dengan tenteram dan saksama, itulah tugas para pendidik dan para pejuang kebudayaan....”
Menurut Remy, keadaan kebudayaan Indonesia ke depan, yaitu kesusastraan sebagai salah satu sumbu yang paling ampuh. Di dalam kesusastraan, kita mengapresiasi bahasa Indonesia sebagai bahasa kebangsaan. Kita juga mengapresiasi pikiran-pikiran kritis di bingkai estetis di dalam ungkapan-ungkapan kreatif atas imajinasi yang lahir dari realitas negeri, realitas alami, dan realitas insani di atas pelbagai realitas lain.

M Nasir: Lembaga Riset Fokus pada Penelitian Aplikatif

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

mnasir
Halo Pendidikan - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, mengatakan bahwa penggabungan antara Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan memungkinkan sinergi antara lembaga riset dan perguruan tinggi
"Dengan penggabungan, maka kegiatan riset di Dikti dapat fokus pada hulu. Nah, nanti bagaimana riset ini dihilirisasi di lembaga penelitian," kata Nasir usai acara serah terima jabatan di gedung Kementerian Ristek dan Dikti, Jakarta, Selasa (28/10/2014).
Pakar anggaran dari Universitas Diponegoro itu menambahkan, dengan pembagian tersebut, maka "penelitian di lembaga riset nanti tidak lagi fokus pada explanation (penjelasan), tetapi yang sudah sifatnya terapan."
Nasir mengungkapkan, selama ini, masalah yang sering terjadi adalah tumpang tindih antara perguruan tinggi dengan lembaga riset dan antar lembaga riset. Perguruan tinggi ataupun lembaga riset bisa melakukan penelitian dari dasar hingga terapan.
"Barangkali dengan ristek disatukan dengan pendidikan tinggi ini akan menjadi lebih baik," kata Nasir. Untuk tahap awal, Nasir akan melakukan reorganisasi yang ditargetkan selesai akhir 2014.