Rapendik Streaming

OLIMPIADE TIK 2014

logo-tik-2014

Rapendik On TV

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 32
IP kamu: 54.81.124.198
,
Hari ini: Oktober 23, 2014

pjj

Informasi Pendidikan Rapendik On Streaming

Tabuhan alat music “dud dug” oleh Gubernur Jatim, Soekarwo didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan

Read More

Surabaya-Reog merupakan kesenian terkenal asli warisan leluhur Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ponorogo Jawa

Read More

Sidoarjo-Animo para peserta baik guru ataupun siswa begitu besar untuk mengikuti Olimpiade TIK Pendidikan

Read More

Seputar Dinas - Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono selaku penasehat tingkat nasional KORPS Pegawai

Read More

Dunia Kesehatan - Banyak anak sekarang tidak bisa berlari secepat orangtua mereka ketika masih muda,

Read More

Dunia Kesehatan - Kesibukan dan tekanan pekerjaan kerap menimbulkan banyak masalah. Gangguan kesehatan mulai dari

Read More

Dunia Kesehatan - Pada saat kita menguap, sendi-sendi dan sekelompok otot rahang lah yang bekerja.

Read More

Dunia Kesehatan - Setelah aktivitas seharian yang menguras energi tentu kita mendambakan bisa tidur lelap

Read More
Share |

Home

Popcorn Brain, Otak 'Meletup' Akibat Kecanduan Perangkat Digital

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

ayahkasihhp
Smart Parenting - Terkadang orang tua merasa bangga jika anaknya yang masih kecil sudah demikian akrab dengan perangkat digital. Saat si kecil begitu serius dengan perangkat digitalnya seperti laptop ataupun smartphone, itu bukan berarti dia sedang berkonsentrasi, melainkan sedang 'dikendalikan'. Tanpa sadar, anak akan mengalami popcorn brain.
"Popcorn brain adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kondisi otak anak yang terbiasa dengan layar perangkat digital yang senantiasa merespons stimulus kuat hingga otak meletup-letup," jelas psikiater dan praktisi pendidikan anak di Korea Selatan, Yee-Jin Shin dalam buku Mendidik Anak di Era Digital: Kiat Menangkal Efek Buruk Teknologi, dan ditulis detikHealth pada Selasa (21/10/2014).
Saluran berita CNN AS pada 23 Juni 2011 lalu menyebut jika anak terbiasa melakukan banyak hal sekaligus di perangkat digitalnya, maka struktur otak cenderung tidak bisa beradaptasi dengan dunia nyata. Akibat penggunaan perangkat digitalnya secara membabi-buta, orientasi otak akan kebal terhadap stimulus yang diberikan.
"Otak yang dalam keadaan meletup-letup atau popcorn brain akan membuat anak selalu mencari hal-hal yang semakin lama semakin brutal, impusif, cepat, dan menarik," sambung Yee-Jin Shin.
Jika anak telanjur terpapar stimulasi yang sangat kuat itu, maka dia akan merespons datar bila diajak bermain ke alam terbuka. Anak akan cepat merasa bosan ketika bermain di ruang terbuka dan terlepas dari gadgetnya.

Guru Besar UGM: Produktivitas Buruh RI Rendah, Tapi Minta Naik Gaji Tinggi

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

Demob
Inpag - Buruh di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, menuntut kenaikan upah minimum 2015 naik sampai 30%. Namun, tuntutan tersebut dipandang tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas.

Hal ini diungkapkan Sri Adiningsih, Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (21/10/2014) malam.

"Upah yang diterima itu refleksi produktivitas. Tapi produktivitas buruh Indonesia masih rendah karena 50% lulusan SD dan jarang yang ikut pelatihan," paparnya.

Bukti pekerja RI memiliki produktivitas yang masih rendah adalah derasnya produk impor yang masuk ke pasar domestik. Ini menunjukkan produktivitas industri dalam negeri masih belum memuaskan.

"Kita semakin dibanjiri impor. Neraca perdagangan barang dulu surplus sekarang defisit. Non migas dulu andalan sekarang defisit," tegas Adiningsih.

Oleh karena itu, dia menyarankan sebaiknya buruh tidak meminta kenaikan gaji yang mengikuti inflasi. Buruh harus meningkatkan kinerja sehingga penghasilan yang diterima juga ikutan terkerek naik.

"Yang penting naikkan produktivitas dengan pelatihan, pendidikan, support. Itu harus ada pemahaman. Daya saing itu tanggung jawab perusahaan dan pemerintah," jelasnya

Meskipun perlu ada penyesuaian gaji yang merujuk pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL) namun Adiningsih memandang kenaikan gaji tidak bisa dilakukan secara signifikan. Penyesesuaian harus dilakukan secara bertahap.

Agar Tidak Kecanduan, Kapan Sebaiknya Anak Diizinkan Menggunakan Gadget?

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

anakgg
Smart Parenting - Jangan biarkan bayi Anda sendirian menonton televisi. Jangan biarkan pula balita Anda terbiasa memainkan smartphone. Paparan perangkat digital sejak dini dan berlangsung terus-menerus, dampaknya tidak baik. Anak bisa kecanduan dan menyebabkan emosinya tidak stabil. Lantas, kapan sebaiknya anak diizinkan menggunakan gadget?
"Sebaiknya selambat mungkin," ujar psikiater dan praktisi pendidikan anak di Korea Selatan, Yee-Jin Shin dalam buku Mendidik Anak di Era Digital: Kiat Menangkal Efek Buruk Teknologi, dan ditulis detikHealth pada Selasa (21/10/2014).
Menurut Yee-Jin Shin, jika anak terpapar perangkat digital sejak dini maka dampaknya ke otak akan semakin fatal. Untuk itu cara terbaik adalah dengan selambat mungkin memperbolehkan anak menggunakan perangkat digital.
Namun Yee-Jin Shin menekankan bukan berarti jika anak lambat mengenal gadget maka orang tua bisa tenang. Sebab, katakanlah anak mulai mengenal gadget di usia 7 tahun, lalu aktif memainkannya, dia pun bisa kecanduan. Apalagi faktanya perangkat digital bisa merusak otak anak di segala lapisan umur.
Perangkat digital telah menghalangi kesempatan anak untuk merangsang berbagai macam sensor motorik dan merampas kesempatan anak menjalin ikatan emosional dengan orangtuanya. Semakin sering anak terpapar perangkat digital maka akan semakin besar pula kemungkinan anak mengalami kesulitan dalam perkembangan emosi, daya konsentrasi, dan daya pikir.

Yuk Atur Pemakaian Gadget Anak Lewat Digital Parenting

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

gaget
Smart Parenting - Di era teknologi canggih seperti sekarang ini, cukup sulit jika mengisolasi atau tidak memperbolehkan anak sama sekali bermain gadget. Alih-alih bermaksud mencegah dampak buruk, itu akan membuat anak merasa terkucilkan dari pergaulan. Sebenarnya, ada cara lain yang lebih praktis, efektif, dan baik untuk mengatur pemakaian gadget pada anak melalui digital parenting.

Digital parenting adalah pola pengasuhan orang tua disesuaikan dengan kebiasaan anak menggunakan gadget atau perangkat digital. Garis besar dalam digital parenting adalah memberikan batasan yang jelas kepada anak tentang hal-hal yang boleh maupun yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan gadget atau perangkat digital, demikian dikatakan psikiater dan praktisi pendidikan anak terkemuka di Korea, Yee-Jin Shin.

"Anak-anak yang baru pertama kali mengenal gadget akan sangat berisiko. Orang tua harus memberikan bimbingan dan pentunjuk kepada anak sambil memegangi tangannya erat-erat. Itulah yang dimaksud dengan digital parenting," jelas Yee-Jin Shin dalam bukunya 'Mendidik Anak di Era Digital' dan dikutip pada Selasa (21/10/2014).

Indonesia Juara Umum Lomba Matematika di India

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

india
Halo Pendidikan - Bendera Merah Putih berkibar di India. Momen itu berlangsung saat anak-anak dari Indonesia berhasil menjuarai lomba Matematika kelas internasional di India.

Tim Indonesia, diwakili dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di bawah asuhan R Ridwan Hasan Saputra. Anak-anak tersebut mempersembahkan medali untuk Indonesia dalam ajang kompetisi matematika Wizards At Mathematics International Competition (WIZMIC) 2014 India. Demikian keterangan pers dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM), yang diterima detikcom, Selasa (21/10/2014).

Ada 16 siswa yang terbagi menjadi 4 tim. Lomba tersebut dilaksanakan di City Montessori School (CMS) Lucknow, India dari tanggal 18-21 Oktober 2014. Hasil untuk kategori perorangan yang diraih oleh siswa tingkat SMP adalah 8 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Peraih medali emas adalah Dick Jessen William siswa SMP Santa Maria Pekanbaru. Ignatius Kent Hastu Parahita siswa SMPN 26 Surabaya. Alfian Edgar Tjandra siswa SMP Springfield Depok. Irfan Urane Aziz siswa SMPN 2 Depok. Fauzan Rafif Widyanto siswa SMPN 211 Jakarta. Pikatan Arya Bramajati siswa SDN 2 Sokanegara, Purwokerto). Muhammad Surya Siddiq siswa SMPIP Daarul Jannah, Bogor) dan Rio Alexander Audino siswa SMPN 1 Singaraja Bali.

Sementara itu, peraih medali perak adalah Novianita Isnaynizahra siswa SMPIT Ummul Quro Bogor. Muhammad Hanif Afisena Nasution siswa SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama, Bekasi. Mohammad Faraz Abisha Mirza siswa SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi. Vania Rizky Juliana Wachid siswa SMPN 1 Surabaya dan Azzahid A Fairuzhaq Poeloengan siswa SMPN 1 Kota Bogor.