Rapendik Streaming

OLIMPIADE TIK 2014

logo-tik-2014

Rapendik On TV

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 39
IP kamu: 50.19.206.49
,
Hari ini: Oktober 25, 2014

pjj

Informasi Pendidikan Rapendik On Streaming

Tabuhan alat music “dud dug” oleh Gubernur Jatim, Soekarwo didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan

Read More

Surabaya-Reog merupakan kesenian terkenal asli warisan leluhur Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ponorogo Jawa

Read More

Sidoarjo-Animo para peserta baik guru ataupun siswa begitu besar untuk mengikuti Olimpiade TIK Pendidikan

Read More

Seputar Dinas - Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono selaku penasehat tingkat nasional KORPS Pegawai

Read More

Dunia Kesehatan - Banyak anak sekarang tidak bisa berlari secepat orangtua mereka ketika masih muda,

Read More

Dunia Kesehatan - Kesibukan dan tekanan pekerjaan kerap menimbulkan banyak masalah. Gangguan kesehatan mulai dari

Read More

Dunia Kesehatan - Pada saat kita menguap, sendi-sendi dan sekelompok otot rahang lah yang bekerja.

Read More

Dunia Kesehatan - Setelah aktivitas seharian yang menguras energi tentu kita mendambakan bisa tidur lelap

Read More
Share |

Home

52 Persen Siswa SD di Jawa Timur Menyatakan Guru Menggunakan LCD Saat Mengajar

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar  diharapkan dapat membangkitkan minat dan  rasa ingin tahu sekaligus bisa  memberikan  motivasi dan rangsangan kegiatan belajar peserta didik  terutama pada jenjang sekolah dasar ,

Hasil Monitoring dan Evaluasi  UPT Tekkomdik Dinas Pendidikan Jatim kepada siswa siswi  SD se Kab/kota Jawa Tmur tahun 2014  tentang pemanfaatan media pembelajaran dalam KBM .sebagai berikut:

Bengkel Binaan Pertama Daihatsu di SMK Blora

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

smkblora
Halo Pendidikan - Daihatsu meresmikan Bengkel Binaan Daihatsu yang sebelumnya merupakan workshop SMK Muhammadiyah 1 Blora, di Jl. Gatot Subroto Km 1 Kajangan, Sonorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Bengkel Binaan Daihatsu yang berasal dari workshop Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan yang pertama kalinya di Indonesia. Kelahiran Bengkel Binaan Daihatsu Blora merupakan hasil kerjasama antara ADM dengan PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) selaku distributor dan Karya Zirang Utama (KZU) selaku Dealer Daihatsu di Jawa Tengah.
Bengkel Binaan Daihatsu seluas 200 m2 ini merupakan pengembangan kerjasama antara dunia pendidikan (SMK) dan dunia otomotif (Daihatsu). Meski berlokasi di area SMK, Bengkel ini tidak ada bedanya dengan bengkel Daihatsu lainnya.
Bengkel ini terdiri dari 3 stall dengan menerapkan standar pelayanan global Daihatsu, yang memberikan layanan periodical maintenance, layanan asuransi, layanan guarantee claim, booking service, dan layanan konsultasi dengan teknisi Daihatsu.
Untuk memanjakan pelanggan yang sedang menunggu proses service disediakan fasilitas penunjang kenyamanan pengunjung outlet seperti : Kids Corner lengkap dengan ragam permainan anak, customer lounge lengkap dengan smoking room.

Popcorn Brain, Otak 'Meletup' Akibat Kecanduan Perangkat Digital

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

ayahkasihhp
Smart Parenting - Terkadang orang tua merasa bangga jika anaknya yang masih kecil sudah demikian akrab dengan perangkat digital. Saat si kecil begitu serius dengan perangkat digitalnya seperti laptop ataupun smartphone, itu bukan berarti dia sedang berkonsentrasi, melainkan sedang 'dikendalikan'. Tanpa sadar, anak akan mengalami popcorn brain.
"Popcorn brain adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kondisi otak anak yang terbiasa dengan layar perangkat digital yang senantiasa merespons stimulus kuat hingga otak meletup-letup," jelas psikiater dan praktisi pendidikan anak di Korea Selatan, Yee-Jin Shin dalam buku Mendidik Anak di Era Digital: Kiat Menangkal Efek Buruk Teknologi, dan ditulis detikHealth pada Selasa (21/10/2014).
Saluran berita CNN AS pada 23 Juni 2011 lalu menyebut jika anak terbiasa melakukan banyak hal sekaligus di perangkat digitalnya, maka struktur otak cenderung tidak bisa beradaptasi dengan dunia nyata. Akibat penggunaan perangkat digitalnya secara membabi-buta, orientasi otak akan kebal terhadap stimulus yang diberikan.
"Otak yang dalam keadaan meletup-letup atau popcorn brain akan membuat anak selalu mencari hal-hal yang semakin lama semakin brutal, impusif, cepat, dan menarik," sambung Yee-Jin Shin.
Jika anak telanjur terpapar stimulasi yang sangat kuat itu, maka dia akan merespons datar bila diajak bermain ke alam terbuka. Anak akan cepat merasa bosan ketika bermain di ruang terbuka dan terlepas dari gadgetnya.

Guru Besar UGM: Produktivitas Buruh RI Rendah, Tapi Minta Naik Gaji Tinggi

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

Demob
Inpag - Buruh di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, menuntut kenaikan upah minimum 2015 naik sampai 30%. Namun, tuntutan tersebut dipandang tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas.

Hal ini diungkapkan Sri Adiningsih, Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (21/10/2014) malam.

"Upah yang diterima itu refleksi produktivitas. Tapi produktivitas buruh Indonesia masih rendah karena 50% lulusan SD dan jarang yang ikut pelatihan," paparnya.

Bukti pekerja RI memiliki produktivitas yang masih rendah adalah derasnya produk impor yang masuk ke pasar domestik. Ini menunjukkan produktivitas industri dalam negeri masih belum memuaskan.

"Kita semakin dibanjiri impor. Neraca perdagangan barang dulu surplus sekarang defisit. Non migas dulu andalan sekarang defisit," tegas Adiningsih.

Oleh karena itu, dia menyarankan sebaiknya buruh tidak meminta kenaikan gaji yang mengikuti inflasi. Buruh harus meningkatkan kinerja sehingga penghasilan yang diterima juga ikutan terkerek naik.

"Yang penting naikkan produktivitas dengan pelatihan, pendidikan, support. Itu harus ada pemahaman. Daya saing itu tanggung jawab perusahaan dan pemerintah," jelasnya

Meskipun perlu ada penyesuaian gaji yang merujuk pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL) namun Adiningsih memandang kenaikan gaji tidak bisa dilakukan secara signifikan. Penyesesuaian harus dilakukan secara bertahap.

Agar Tidak Kecanduan, Kapan Sebaiknya Anak Diizinkan Menggunakan Gadget?

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

anakgg
Smart Parenting - Jangan biarkan bayi Anda sendirian menonton televisi. Jangan biarkan pula balita Anda terbiasa memainkan smartphone. Paparan perangkat digital sejak dini dan berlangsung terus-menerus, dampaknya tidak baik. Anak bisa kecanduan dan menyebabkan emosinya tidak stabil. Lantas, kapan sebaiknya anak diizinkan menggunakan gadget?
"Sebaiknya selambat mungkin," ujar psikiater dan praktisi pendidikan anak di Korea Selatan, Yee-Jin Shin dalam buku Mendidik Anak di Era Digital: Kiat Menangkal Efek Buruk Teknologi, dan ditulis detikHealth pada Selasa (21/10/2014).
Menurut Yee-Jin Shin, jika anak terpapar perangkat digital sejak dini maka dampaknya ke otak akan semakin fatal. Untuk itu cara terbaik adalah dengan selambat mungkin memperbolehkan anak menggunakan perangkat digital.
Namun Yee-Jin Shin menekankan bukan berarti jika anak lambat mengenal gadget maka orang tua bisa tenang. Sebab, katakanlah anak mulai mengenal gadget di usia 7 tahun, lalu aktif memainkannya, dia pun bisa kecanduan. Apalagi faktanya perangkat digital bisa merusak otak anak di segala lapisan umur.
Perangkat digital telah menghalangi kesempatan anak untuk merangsang berbagai macam sensor motorik dan merampas kesempatan anak menjalin ikatan emosional dengan orangtuanya. Semakin sering anak terpapar perangkat digital maka akan semakin besar pula kemungkinan anak mengalami kesulitan dalam perkembangan emosi, daya konsentrasi, dan daya pikir.