Rapendik Streaming

Rapendik On TV

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 59
IP kamu: 54.161.210.58
,
Hari ini: November 27, 2014

pjj

Informasi Pendidikan Rapendik On Streaming

Tabuhan alat music “dud dug” oleh Gubernur Jatim, Soekarwo didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan

Read More

Surabaya-Reog merupakan kesenian terkenal asli warisan leluhur Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ponorogo Jawa

Read More

Sidoarjo-Animo para peserta baik guru ataupun siswa begitu besar untuk mengikuti Olimpiade TIK Pendidikan

Read More

Seputar Dinas - Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono selaku penasehat tingkat nasional KORPS Pegawai

Read More

Dunia Kesehatan - Banyak anak sekarang tidak bisa berlari secepat orangtua mereka ketika masih muda,

Read More

Dunia Kesehatan - Kesibukan dan tekanan pekerjaan kerap menimbulkan banyak masalah. Gangguan kesehatan mulai dari

Read More

Dunia Kesehatan - Pada saat kita menguap, sendi-sendi dan sekelompok otot rahang lah yang bekerja.

Read More

Dunia Kesehatan - Setelah aktivitas seharian yang menguras energi tentu kita mendambakan bisa tidur lelap

Read More
Share |

Home

Wacana Jam Kerja Wanita Dikurangi, JK: Hanya Ibu yang Punya Anak Sampai SD

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

jk
Halo Pendidikan - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan agar jam kerja untuk wanita, khususnya ibu-ibu, bisa dikurangi. Usulan itu hanya ditujukan untuk ibu yang memiliki anak hingga tingkat SD.

"‎Hanya sampai SD saja, ibu muda lah," kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/11/2014).

JK menegaskan, usulan ini masih sebatas wacana semata. Belum ada keputusan mengenai wacana yang belakangan justru disambut sangat positif oleh para ibu.

"Belum ada keputusan," tegas JK.

Menurut JK, usulan ini agar anak-anak tetap mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang normal dari ibunya. Dia miris melihat ibu pekerja yang pergi ke kantor sejak subuh, di saat anaknya masih tidur.

"‎Akhirnya anak itu menjadi tidak bersama-sama ibunya dengan baik. Itu pendidikan yang penting sebenarnya," tandasnya.

Kemenag: Madrasah Bisa Untuk Pembentukan Revolusi Mental Sejak Dini

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

lukmanulhakim
Halo Pendidikan - Kementerian Agama di bawah komando Lukman Hakim Syaefuddin, menegaskan bahwa madrasah akan digalakkan sebagai salah satu sarana pendidikan untuk revolusi mental sejak dini seperti tekad yang selalu diutarakan oleh Presiden RI Joko Widodo.

"Di sebagian kalangan masyarakat masih beranggapanbahwa madrasah bukanlah pilihan utama bagi pendidikananak-anaknya. Madrasah masih dipandang sebagai sekolah alternatif jika anaknya tidak diterima di sekolah negeri atausekolah swasta”. kata Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama, HM. Nur Kholis Setiawan di kantornya, Rabu (26/11/2014).

Diakui Nur Kholis, pihaknya tidak bisa memaksa masyarakat untuk mengirimkan atau memasukan anak-anaknya ke madrasah. Yang bisa kita lakukan adalah menunjukan kepada masyarakat bahwa madrasah lebih unggul.

“Meskipun secara fakta bahwa saat ini madrasah sudah lebih baik namun bagaimana merubah persepsi masyarakat agar tidak memandang madrasah hanya sebagai lembaga keagamaan tapi juga menjadi sebuah pilihan untuk pendidikan anak-anaknya. Itulah yang menjadi tugas dan tanggungjawab direktrorat pendidikan madrasah.” Kata NurKholis Setiawan.

Dalam UU No. 20 tahun 2003 madrasah disebutkan bahwa madrasah adalah sekolah yang memiliki ciri khas. Ciri khas itu antara lain adalah adanya lima mata pelajaran yang tidak diajarkan di sekolah umum. Lima mata pelajaran itu antara lain; Alqur’an hadist, Fiqih, Aqidah akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab.

Ahok Diminta Berani Jadikan PAUD Gratis

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

ahok
Inpag - Anggota DPD Fahira Idris meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuat terobosan soal pendidikan anak usia dini (PAUD). Dia berharap Ahok bisa menjadikan PAUD sebagai wajib belajar sehingga bisa dinikmati gratis oleh anak-anak Jakarta.

“Saya berharap Gubernur Jakarta yang baru, Pak Ahok, berani buat terobosan membuat Jakarta sebagai daerah peratama yang PAUD-nya jadi wajib belajar,” kata dalam rilisnya yang diterima detik.com, Rabu (26/11/2014).

Wakil Ketua Komite III DPD ini menyatakan usia nol hingga enam tahun merupakan tahun emas (golden years) pembentukan karakter anak. Sayangnya banyak anak di DKI tak bisa menikmati pendidikan PAUD karena terbatasnya biaya.

Padahal dengan pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Indonesia, Jakarta punya anggaran pendidikan yang cukup melimpah. DKI menggelontorkan Rp 12,1 triliun dalam APBD 2013 atau sekitar 28% dari APBD. Sayangnya hanya sekitar 3% dari jumlah itu diberikan buat PAUD.

“Saya berani jamin jika ini terealisasi, 20-30 tahun ke depan, Jakarta akan jadi salah satu kota terbaik di dunia karena dipimpin oleh orang-orang cerdas, jujur, dan berkarakter. Ini investasi,” kata dia.

PAUD di DKI ditaksir Fahira berkisar 1.250-an, dengan sekitar 68 ribu anak didik dan 6200-an tenaga pengajar. Menurutnya hampir semua PAUD itu inisiatif masyarakat. maka visi misi hingga kurikulumnya pun dibuat sesuai keinginan para penyelenggara PAUD. Sementara, tenaga pengajarnya kebanyakan adalah relawan dan 80% belum sarjana.

Selain itu, masalah lainnya yakni gedung PAUD di Ibukota kebanyakan masih sangat sederhana atau seadanya. Tenaga pengajarnya digaji sangat minim.

Mengembangkan Budaya Inklusi Di Jawa Timur

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

inklusi
Seputar Dinas - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Harun, M.Si,MM hari ini (26 November 2014) mendengarkan laporan kunjungan kerja 25 guru jenjang SD,SMP,SMA dan SMK dari Provinsi Jawa Timur yang mengikuti kegiatan kerjasama program Australia Leadership Award Fellowship (ALAF) Developing Strategic Leadership For Inclusive Education di Brisbane Australia.

Perwakilan dari 25 guru melaporkan jika di Australia budaya inklusi sudah sangat baik yang tentunya perlu dikembangkan juga di Jawa Timur sehingga sudah tidak ada lagi stigma negatif terhadap siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan bullyng baik secara verbal maupun non verbal kepada mereka.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala Bidang TK, SD dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Drs. Nuryanto, M.Si dan Ir. Dodong Mediantoko, M.Si Kepala Biro Administrasi Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.

Dalam acara ini Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memberi pengarahan agar menularkan ilmu dan pengalaman dari Australia ke guru atau kepala sekolah agar lebih bermanfaat terutama untuk mengembangkan mindset budaya inklusi.

Dr. Harun, M.Si, MM juga menambahkan jika Jawa Timur ini adalah satu satunya provinsi di Indonesia yang mempunyai Pergub tentang inklusif, sehingga bisa dikatakan Jawa Timur adalah provinsi yang paling peduli dengan pendidikan inklusif.

(YN)

Sempat tak Lulus Ujian Masuk PTN, Kini Abdul Rahman Jadi Guru Besar

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

profabdulrahman
Inpag - Prof DR Abdul Rahman MPd (52), dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Matematika Universitas Negeri Makassar (UNM). Lika-liku kehidupan dirasakannya, termasuk tak lulus ujian masuk PTN.

Pada tahun 1981, Abdul Rahman mendaftar sebagai mahasiswa baru di jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang (sebelum berubah nama menjadi UNM). Ia gagal, lalu 'menganggur'.

Dengan motivasi yang kuat, Abdul Rahman giat mempelajari soal-soal ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri selama masa 'nganggur'-nya. Lalu pada tahun 1982, Abdul Rahman kembali mendaftar dan akhirnya diterima di jurusan Pendidikan Matematika IKIP Ujung Pandang.

"Setahun saya menganggur di Makassar, saya tidak mau kembali ke kampung di Kab. Barru," ujar Abdul Rahman saat dihubungi detikcom, Selasa (25/11/2014).

Di Makassar, Abdul Rahman belajar giat. Cita-cita bisa masuk ke jurusan favorit terus dipupuk. Setahun setelah 'menganggur, akhirnya ia diterima di Bidang Pendidikan Matematika IKIP Ujung Pandang.

"Saya menganggap ketidaklulusan di tahun pertama adalah kesuksesan yang tertunda," kata Abdul Rahman.

Ketidaklulusannya saat mendaftar pertama memacunya untuk terus berprestasi di bangku kuliah. Pada tahun 1987, Abdul Rahman lulus sebagai wisudawan terbaik se-IKIP Ujung Pandang hingga ia diberi kesempatan mengabdi di almamaternya sebagai dosen.

Dalam momentum hari guru yang bertepatan dengan pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Matematika dengan judul pidato ilmiahnya berjudul Problem Posing dan Gaya Kognitif dalam Kurikulum 2013 di Gedung Menara Phinisi, Abdul Rahman berpesan pada para guru agar lebih kreatif dalam mendidik murid-murid nya dengan memahami dunia muridnya lebih mendalam.