Rapendik Streaming

DRAKOLAH AWARD 2014

drakula

OMPENDIK

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 39
IP kamu: 54.226.173.169
,
Hari ini: Juli 31, 2014

pjj

Informasi Pendidikan Rapendik On Streaming

Tabuhan alat music “dud dug” oleh Gubernur Jatim, Soekarwo didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan

Read More

Surabaya-Reog merupakan kesenian terkenal asli warisan leluhur Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ponorogo Jawa

Read More

Sidoarjo-Animo para peserta baik guru ataupun siswa begitu besar untuk mengikuti Olimpiade TIK Pendidikan

Read More

Seputar Dinas - Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono selaku penasehat tingkat nasional KORPS Pegawai

Read More

Dunia Kesehatan - Banyak anak sekarang tidak bisa berlari secepat orangtua mereka ketika masih muda,

Read More

Dunia Kesehatan - Kesibukan dan tekanan pekerjaan kerap menimbulkan banyak masalah. Gangguan kesehatan mulai dari

Read More

Dunia Kesehatan - Pada saat kita menguap, sendi-sendi dan sekelompok otot rahang lah yang bekerja.

Read More

Dunia Kesehatan - Setelah aktivitas seharian yang menguras energi tentu kita mendambakan bisa tidur lelap

Read More
Share |

Home

Ahli Resiko Bencana World Bank sarasehan “Informasi Geofisikal” di UI

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

Spesialis Senior Manajemen Resiko Bencana The World Bank Dr Iwan Gunawan, MSc menjadi pembicara Sarasehan “Peran Informasi Geospasial Dalam Pembangunan”, Rabu pagi (4/4/14) ini, di Balai Sidang UI Kampung Depon, Jabar.

Sarasehan diselenggarakan kerja bareng Universitas Indonesia (UI) ini dimulai Pukul 08.30 WIB hingga Pukul 13.00 WIB. Pembicara lain yang akan mendamping Dr Iwan Gunawan, yaitu Dr. Asep Karsidi, M.Sc Kepala BIG (Badan Informasi Giospasial).

Keduanya mengurai seputar Informasi geospasial sangat berguna sebagai sistem pendukung pengambilan kebijakan guna mengoptimalkan pembangunan di bidang ekonomi, sosial, budaya dan ketahanan nasional.

Melangkapi perhelatan sarasehan, menurut Kepala kantor Komunikasi UI, Dra. Farida Haryoko, M.Psi, juga ada pameran, dan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) Bersama antara Kepala BIG Dr. Asep Karsidi, M.Sc dan Rektor UI Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met.

MoU itu merupakan kerjasama di bidang pemanfaatan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi terkait informasi geospasial.

Sumber : http://www.lensaindonesia.com

Guru Senior Jadi "Guru Pendamping" Pelaksanaan Kurikulum 2013

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

JAKARTA, - Implementasi kurikulum 2013 menjadi perihal penting yang dibahas pada Rembuk Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2014 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (6/3/2014). Salah satu elemen utama dalam pelaksanaan kurikulum baru itu adalah guru.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohamad Nuh mengatakan, guru menjadi salah satu yang mengalami kesulitan dalam penerapan kurikulum ini. Kesulitan itu terutama pada masalah penilaian hasil belajar murid.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud, Sumarna Surapranata, di sela-sela sidang Rembuknas menjelaskan, dalam pelaksanaan kurikulum tersebut guru akan diberikan pendampingan. Pendamping berasal dari para guru senior yang telah menguasai sistem kurikulum 2013.

Mendikbud: Dana BOS Atasi Keterjangkauan Akses Pendidikan

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohamad Nuh mengatakan, salah satu persoalan utama pada pendidikan di Indonesia adalah akses. Akses tersebut terkait cara pendidikan bisa mencapai ke sekolah-sekolah pelosok di seluruh negeri.

Mendikbud mengatakan, akses pendidikan kemudian memengaruhi ketersediaan dan keterjangkauan sekolah. Untuk itulah, Kemendikbud menyiapkan kebijakan agar ketersediaan dan keterjangkauan tersebut terpenuhi.

"Misalkan untuk urusan keterjangkauan kaitannya dengan budaya, sosial, ekonomi, geografis," katanya dalam konferensi pers Pra-Rembuk Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014 di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (5/3/2014) sore.

Kebijakan oleh kementerian itu, lanjut Mendikbud, salah satunya adalah pengadaan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

"Dengan adanya BOS maka semakin banyak anak-anak terjangkau sekolahnya. BSM pun juga demikian. Itu semata-mata untuk menyelesaikan persoalan keterjangkauan akses," paparnya.

"MM Online Learning", Inilah Kebebasan Belajar yang Penuh Tanggung Jawab!

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

fff
Hampir semua universitas ternama di dunia saat ini telah masuk atau beralih menggunakan sistem online. Sistem ini hanya mengubah metode perkuliahannya, tetapi kualitas pendidikan tetap terjaga.

"Melalui sistem online ini, pihak penyelenggara pendidikan juga bisa membuka jaringan seluas-luasnya kepada mahasiswa dari satu kota dengan kota lain, bahkan dengan negara lainnya," kata Program Director MM Executive BINUS Business School, Tubagus Hanafi Soeriaatmadja, akhir Januari lalu.

Hanafi mengatakan, upaya menerapkan sistem online tersebut dilakukan BINUS Business School dengan menyelenggarakan MM Online. Universitas Bina Nusantara (Binus University) selama empat tahun ini telah serius mengembangkan metode perkuliahan secara online, terutama untuk jenjang sarjana (S-1). Berbekal pengalaman itu, lanjut Hanafi, dapat disimpulkan bahwa apabila seorang siswa mampu belajar menggunakan teknologi tinggi, maka hal itu akan menumbuhkan rasa percaya diri yang besar di dalam dirinya.

Kurikulum 2013 Menekankan Pembangunan Karakter Anak

(0 - user rating)
User Rating:  / 0

Banyak reaksi bermunculan dari berbagai pihak terkait penerapan Kurikulum 2013, termasuk reaksi dari siswa dan guru. Sebenarnya, apa yang membedakan antara pelaksanaan Kurikulum 2013 dan kurikulum sebelumnya?

Ditemui di sela Rembuk Nasional (Rembuknas) Pendidikan dan Kebudayaan 2014 di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (6/3/2014), Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sumarna Surapranata, menjelaskan bahwa dalam sistem pengajaran Kurikulum 2013 bisa saja berbeda. Misalnya, bila kurikulum lama bentuk pengajaran hanya menekankan pada aspek mencatat maka pada Kurikulum 2013 lebih banyak menuntut kreativitas guru untuk merangsang kecerdasan murid-muridnya.

Facebook Like BOX