Rapendik Streaming

Rapendik On TV

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 66
IP kamu: 54.163.72.86
,
Hari ini: Oktober 22, 2014
Share |

Guru SMA Kini Jadi Pengawas SMP dan Sebaliknya

(0 - user rating)
User Rating:  / 0
TerburukTerbaik 

SURABAYA - Meminimalisasi potensi saling kerja sama dalam mengerjakan Unas tak hanya menerapkan 20 paket soal. Puluhan variasi soal yang berbeda ini dirasa belum cukup sehingga diputuskan menerapkan pengawas silang antarjenjang sekolah. Guru SMA mengawasi Unas SMP dan sebaliknya.


"Setiap ruang berisi 20 siswa. Jadi semua peserta Unas mengerjakan soal berbeda. Lengkap dengan kode soal yang berbeda. Ini untuk meningkatkan kualitas hasil Unas kita," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun, Kamis (31/1/2013).

Penanggung jawab pelaksanaan Unas di wilayah Jatim ini menyatakan bahwa kesiapan menjelang Unas sudah sampai pada finalisasi regulasi. Dinas Pendidikan Jatim kini tinggal menunggu SK Gubernur untuk pelaksnaan ujian penentu kelulusan siswa ini.


"Kami berharap, insya Allah SK Gubernur tentang penyelenggaraan Unas minggu depan beres. Di dalamnya akan diatur dan dijabarkan tata aturan teknis pelaksanaan Unas. Termasuk yang baru nanti adalah pengawasan silang antarjenjang sekolah," tambah Harun.


Guru SMA yang dipilih akan menjadi pengawas silang di jenjang SMP. Begitu juga sebaliknya. Hal ini untuk mengantisipasi kecenderungan pengawas yang membiarkan siswa nyontek. Karena tak kenal sama sekali dan tak ada ikatan jenjang, pengawas diharapkan lebih maksimal.


"Untuk pengawas di ruang ujian adalah guru. Sementara untuk pengawas pelaksanaan Unas secara umum, kami menunjuk Unesa selaku koordinator pengawas. Terutama distribusi soal sampai pemindaian lembar jawab," lanjut Harun.


Saat ini, Dinas Pendidikan Jatim sedang menyempurnakan daftar nominasi sementara (DNS) sebagai calon peserta ujian. Minggu depan juga, daftar nominasi tetap (DNT) sudah harus tuntas. Diperkirakan, peserta Unas tahun ini menembus 1,7 juta siswa. Mulai jenjang SD/MI - SMA/SMK/MA.


"Bisa jadi menambus angka itu. Apalagi Unas tahun ini serentak digelar bersama ujian paket. Tahun lalu peserta Unas kita sebanyak 1,5 juta siswa. Angka yang fantastis dan menuntut kecermatan," kata Harun.


Untuk itu, dia berharap agar pendistribusian soal, lembar jawaban juga harus diperhatikan betul. Tahun ini, seluruh percetakan terpusat di Jakarta. Pengalaman tahun lalu, pengiriman telat karena perjalanan bisa 36 jam. "Kami ada wilayah kepulauan. Ini harus dicatat," kata Harun.

Add comment


Security code
Refresh