Rapendik Streaming

DRAKOLAH AWARD 2014

drakula

Rapendik On TV

prestasi

Login

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online sekarang: 74
IP kamu: 54.82.69.190
,
Hari ini: September 24, 2014
Share |

Melestarikan Budaya Lokal, Museum Mpu Tantular Gelar Pertunjukan Wayang dan Pameran Keris

(2 - user rating)
User Rating:  / 2
TerburukTerbaik 

Sudah menjadi kewajiban masyarakat yang terbentuk kulturnya dari kebudayaan untuk selalu melestarikan dan meguri-uri warisan nenek moyang sebagai pengingat bahwa kebudayaan modern yang saat ini terbentuk adalah buah dari sosial kultur yang dikembangkan oleh para pendahulu kita, hal ini yang mendasari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur melalui unit benda kepurbakalaan Museum Mpu Tantular menggelar acara pameran benda pusaka warisan nenek moyang kita yakni keris.

 

Baru-baru ini Berbagai macam pengoleksi dan pecinta keris berkumpul di halaman Museum Mpu Tantular untuk memamerkan benda pusaka yang dulunya berfungsi sebagai senjata keraton untuk mempertahankan diri, tetapi sekarag fungsi keris sudah berbeda, karena bentuknya yang unik banyak orang yang suka mengoleksi sebagai hiasan.

 

Selain mengadakan pameran keris, Museum Mpu Tantular juga menggelar acara pegelaran wayang kulit, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Djariyanto, M.Si mengatakan bahwa acara ini sebagai sinkronisasi dua peninggalan kebudayaan hasil pemikiran nenek moyang yang perlu di apresiasi.

 

Djariyanto menambahkan bahwa even-even seperti ini perlu diangkat lagi supaya masyarakat khususnya generasi muda tahu dan paham tentang kebudayaan asli masyarakat jawa. “ acara ini memang acara tahunan yang setiap tahun, tepatnya dibulan Suro atau bulan Muharam kalau di penanggalan Islam kita adakan sebagai apresiasi kita kepada peningalan kebudayan lokal,” ungkap Djariyanto disela-sela melihat pertujukan wayang.

 

Dalam pagelaran wayang kulit tersebut mengangkat lakon Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu dengan dalang Ki Bambang asal Kab Blitar, terlihat penonton dari berbagai kalangan baik tua maupun muda sangat antusias melihat pertunjukkan wayang kulit yang digelar semalam suntuk tersebut.

 

Dalam lakon Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu diangkat sebagai lakon dalam cerita Ramayana. Dikisahkan, Prabu Sumali raja berwajah raksasa dari negara Alengka mempunyai putri yang cantik namaya Dewi Sukeksi. Sang Dewi membuka sayembara bagi siapa saja yang dapat mengajarkan sastra jendra akan dijadikan suami. Satu-satunya tokoh yang dapat mengajarkan sastra jendra adalah Begawan Wisrawa.

 

Kebetulan Danapati raja Lokapala anak Wisrawa jatuh cinta kepada Dewi Sukesi dan berniat mengikuti sayembara. Maka berangkatlah Begawan Wisrawa mewakili anaknya ke Alengka. Setibanya di Alengka, Wisrawa mengajarkan sastra jendra kepada Sumali. Dengan kesiapan batin dan sikap tobat yang sungguh-sungguh, ajaran sastra jendra berhasil merubah Sumali dari rasaksa menjadi satria. Namun ketika Wisrawa membisikan mantra sakti sastra jendra kepada Dewi Sukeksi, sastra jendra gagal diserap dan dihayati. Akibatnya fatal, ada gelombang asmara yang melanda mereka berdua. Sukeksi bersikeras untuk melayani Wisrawa sebagai suami dan Wisrawa lupa bahwa ia adalah utusan anaknya untuk melamarkan Sukeksi .@tebo>

Comments   

 
Shaunte
#1 Melestarikan Budaya Lokal, Museum Mpu Tantular Gelar Pertunjukan Wayang dan Pameran KerisShaunte 2014-08-29 19:09
You can definitely see your expertise in the article you write.

The sector hopes for even more passionate writers
such as you who are not afraid to say how they believe.
All the time go after your heart.

Feel free to visit my blog post: carpenter bees: https://www.laprovenceroseville.com/admin.hosting.surewest.net/phpinfo/phpinfo.php?a%5B%5D=%3Ca+href%3Dhttp%3A%2F%2Fgemito2073english.blogspot.it%2F2013%2F12%2Fp4.html%3Eedilizia%3C%2Fa%3E
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh