Tekan Kontrak di Depan Notaris, Aceh Sukses Sekolahkan 116 Dokter Spesialis

January 15, 2015

Informasi Ringan - Program pemberian beasiswa bagi dokter di daerah yang ingin menempuh pendidikan‎ spesialis sejatinya sudah sering dilakukan oleh pemerintah daerah. Hanya saja, tak sedikit dokter yang selesai pendidikan tak kembali lagi ke daerah.

 

Aceh sebagai provinsi paling barat di Indonesia pun sadar betul risiko dokter tak kembali pulang meski pendidikan dibiayai oleh pemda. Untuk mengakalinya, Dinas Kesehatan Aceh pun melakukan penandatanganan kontrak di depan notaris sebelum dokter-dokter tersebut melanjutkan pendidikan.

 

"Jadi kita minta dia tekan kontrak di depan notaris. Supaya ada kepastian hukumnya, sehingga misalnya dia mangkir atau tak pulang setelah pendidikan selesai bisa dikenakan sanksi dan pidana," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dr M Yani, MKes, ketika ditemui di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jl Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2015) malam.

 

dr Yani mengatakan bahwa tindakan tersebut ternyata menuai hasil maksimal. Dari 116 dokter yang diberikan beasiswa pendidikan spesialis, seluruhnya kembali ke Aceh untuk mengabdi ketika pendidikan selesai.

 

"Alhamdulillah 100 persen (kembali semua). Jadi bisa langsung ditempatkan untuk mengisi pos yang dibutuhkan," lanjutnya.

 

Program ini dimulai sejak tahun 2010 dan tak hanya diberikan untuk dokter umum yang ingin mengambil pendidikan spesialis. Program yang sama juga diberikan kepada putra-putri Aceh lainnya yang ingin menjadi tenaga kesehatan seperti bidan atau perawat.

 

Khusus dokter, tak hanya pendidikan spesialis yang diberikan beasiswa. dr Yani mengatakan bahwa Pemprov juga memberikan beasiswa bagi dokter yang ingin mengambil gelar magister atau doktoral. Para dokter ini diberikan beasiswa untuk mengambil gelar di universitas yang ada di luar negeri.

 

"Selain disekolahkan ke kota besar seperti Jakarta, Surabaya atau Medan, dokter juga kita beri beasiswa ke luar negeri. Ke negara tetangga Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Australia, Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya," ungkapnya.

 

Kontrak yang diberikan untuk seluruh program beasiswa seragam. Tenaga kesehatan yang menerima diwajibkan memenuhi kontrak 2N + 1. Artinya, mereka diwajibkan untuk mengabdi selama dua kali masa pendidikan ditambah satu tahun.

 

"Jadi misalnya dia pendidikan spesialis 5 tahun, atau 6 tahun untuk penyakit dala. Dikalikan 2 jadi 12 tahun ditambah satu tahun lagi. Jadinya total mengabdi 13 tahun," pungkasnya, seperti ditulis Kamis (15/1/2014).

 

Sumber: detik.com

Please reload

Other News

Sambut MEA, UPT BP2D Dinas Pendidikan Prov. Jatim Gelar Festival Cipta Desain & Fashion Show bagi Siswa SMK se-Jatim

May 13, 2017

1/10
Please reload

© Rapendik 2018