Dindik Jatim Gelar Sosialisasi POS UN 2015

March 20, 2015

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015, dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Harun, M.Si, MM didampingi oleh Kepala Kementrian Agama Wilayah Jawa Timur (Kemenag Jatim) Drs. H. Mahfudh Shodar, M.Ag, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof. Warsono, dan perwakilan dari Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

 

Dr. Harun, M.Si, MM menegaskan bahwa POS (Prosedur Operasional Standar) telah turun dari BSNP dalam waktu yang relatif berdekatan dengan pelaksanaan UN, harus disikapi secara profesional. Seperti perkiraan sebelumnya bahwa draf POS yang disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi pada 2 Maret lalu tidak banyak perubahan substansial, seperti misalnya salahsatu poin penting perbedaan antara UN tahun ini dengan tahun 2014 adalah nilai UN bukan lagi acuan kelulusan.

 

Itu artinya nilai UN tidak lagi diperhitungkan sebagai nilai kelulusan siswa, tahun ini kriteria kelulusan hanya tiga yakni Siswa menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik, dan lulus ujian satuan atau program pendidikan.

Setiap siswa yang mengikuti ujian nasional nantinya akan mendapatkan SHUN (Surat Hasil Ujian Nasional). Meskipun nilai UN tidak menentukan kelulusan, namun salahsatu prasyarat kelulusan siswa harus mengikuti ujian nasional. Jadi meski nilai UN tidak menentukan, tapi di dalam POS sudah diterangkan bahwa siswa diharuskan mengikuti ujian nasional minimal satu kali.

 

Beliau juga meminta kepada seluruh penyelenggara UN baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten/Kota agar bekerja semaksimal mungkin sehingga UN bisa berlangsung sukses dan lancar baik UN Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT).

 

Terkait Percetakan, Beliau mengatakan bahwa prosesnya berjalan dengan lancar bahkan Provinsi Jawa Timur juga mendapatkan tugas untuk menggandakan soal UN untuk 2 provinsi lain yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Penggandaan untuk 2 Provinsi tersebut telah selesai dan siap dikirim, sedangkan penggandaan untuk naskah UN Jatim sendiri sudah mencapai 95%.

 

Rektor Unesa Surabaya Prof. Warsono mengungkapkan tentang hilangnya fungsi pengawasan oleh PTN pada tahun ini. Beliau menyadari kalau pelaksanaan UN tahun 2015 ini nilai UN bukan lagi penentu kelulusan, oleh sebab itu fungsi pengawasan UN dihilangkan.

 

Menanggapi beberapa pertanyaan apakah siswa yang harus mengulang ujian ditahun berikutnya bisa di terima di PTN, Beliau mengungkapkan bahwa berhasil atau gagal UN adalah urusan standar kompetensi yang ditentukan oleh kebijakan Menteri Pendidikan, sedangkan PTN punya standar sendiri untuk mengukur kemampuan calon mahasiswa dengan standar kompetensi yang ditetapkan.

 

Itu artinya Jika mereka bisa memenuhi standar PTN yang diharapkan dengan syarat lolos tes kemampuan yang diujikan, tentu saja bisa di terima di PTN.

 

Dilain pihak, Prof. Ali Mufie dosen Unesa mengatakan bahwa meskipun PTN tidak lagi dilibatkan dalam  fungsi pengawasan, namun 4 PTN besar di Jatim mendapat tugas untuk melakukan pemindaian LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional) antaralain: Unair, Unesa, ITS, dan Universitas Negeri Malang.

Tags:

Please reload

Other News

Sambut MEA, UPT BP2D Dinas Pendidikan Prov. Jatim Gelar Festival Cipta Desain & Fashion Show bagi Siswa SMK se-Jatim

May 13, 2017

1/10
Please reload

© Rapendik 2018