Kompetensi Unggul Siswa Melalui “Execellence Class”, Case –Study: SMPN 2 Pamekasan

April 24, 2015

Menciptakan peserta didik unggul dan berdaya saing global membutuhkan strategi pengelolaan sejak pada perencanaan dari tujuan dari proses pembelajaran itu sendiri. Menurut  Fellers and Bostrom  dalam bukunya Creativity Of work   perilaku manusia unggul dan kreatif tidak terlepas dari Four P Creativity  yakni Product, Process, Person and Pers .

Oleh karena itulah SMPN 2 Kabupaten Pamekasan  menerapkan kelas andalan (excelent class) untuk mengakomodasi peserta didik dengan keberbakatan khusus dibidang akademik ,Sains ,Matematika dan IPS untuk mencetak siswa yang cerdas,unggul ,terampil ,bertakwa dan berdaya saing . Terbukti beberapa siswa nya dapat meraih prestasi kemenangan pada olimpiade internasional .

 

Keunggulan bersaing peserta didik tidak terlepas dari proses rekrutmen siswa unggul pada jenjang sebelumnya dalam hal ini sekolah dasar, oleh karena itulah Strategi yang diterapkan oleh  SMPN 2 Pamekesan diberi nama JANUBIKO yang berarti :

  • PenJAringan Input , melalui sistem rekrutmen khusus dimana sekolah mengadakan kompetisi yang diikuti oleh Sekolah Dasar pada area coverage setempat untuk mendapatkan  (calon)  siswa yang unggul sebagai strategi pemilihan Product sesuai dengan kebutuhan tujuan dan standar dari kelas andalan.  Sedangkan stategi kedua adalah memilih siswa unggul dari proses seleksi reguler  melalui sistem penjaringan yang cukup ketat dan kompetitif.   Sehingga mereka yang tergabung dalam kelas andalan adalah Product Product  peserta didik pilihan yang bermutu tinggi.

  • Penyediaan  meNU lebih dengan kurikulum plus, setelah menemukan Product peserta didik yang berkualitas maka tindakan selanjutnya adalah memberikan treatment pembelajaran unggul  melalui  kurikulum plus artinya  pelaksanaan kurikulum nasional ditambah dengan kurikulum yang didesain secara khusus untuk membangkitkan potensi unggulan yang dimiliki peserta didik. Melalui tambahan jam pelajaran sesuai minat,bakat dan kompetensi yang dimiliki siswa sebagai  “Learning Process”.

  •  Mengingat tambahan jam pelajaran ini menambah beban belajar siswa melebihi jam wajib belajar pada sekolah sekolahpada umumnya maka Person  khususnya pendidik yang terlibat  harus dapat melakukan PemBInan berstruktur dan rekreatif . melalui kegiatan pembelajaran oleh guru guru pembina internal maupun bekerja sama dengan tenaga ahli yang didatangkan untuk mematangkan kompetensi yang dimiliki siswa dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa betah berlama lama meningkatkan kompetensi akademiknya.

  • Perilaku seseorang merupakan respon terhadap stimulasi lingkungan  terutama pada peserta didik usia SMP peran lingkungan  (Pers) merupakan bahan dasar terciptanya perilaku yang diinginkan. Peran sekolah dalam peningkatan mutu kompetensi peserta didik harus diciptakan melalui “conditioning” pada pola perilaku belajar siswa . Dalam hal ini SMPN 2 Pamekasan menerapkan KOmpetisi terbuka dalam membangun jiwa kompetitif.

Please reload

Other News

Sambut MEA, UPT BP2D Dinas Pendidikan Prov. Jatim Gelar Festival Cipta Desain & Fashion Show bagi Siswa SMK se-Jatim

May 13, 2017

1/10
Please reload

© Rapendik 2018