Antara Pendidikan dan Pengajaran

May 17, 2016

 

Oleh : Selis Dwi Santoso

 

Definisi Sekolah menurut ensiklopedia bebas “wikipedia” adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa / murid di bawah pengawasan guru. Hampir semua negara memiliki lembaga yang dinamakan sekolah ini, tidak terkecuali di Indonesia, di Indonesia sendiri lembaga sekolah dibuat berjenjang mulai dari  tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) , sampai jenjang pendidikan Universitas, hal ini tidak lain adalah untuk membawa kita kesuatu tempat dimana kita berharap untuk bisa memperoleh pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara: pendidikan adalah suatu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya.

 

Pendidikan bukan hanya untuk legalitas semata, pendidikan bukan hanya untuk “agar terlihat”, agar terlihat pintar, agar terlihat kaum berpendidikan, agar terlihat sibuk, lebih miris lagi jika pendidikan hanya untuk selembar ijazah, untuk kalimat yang terakhir ini memang terdengar miris, tetapi itu kenyataan yang harus diterima semua kalangan masyarakat, karena tanpa selembar ijazah, susah untuk memperoleh pekerjaan, tanpa selembar ijazah kitapun dianggap bukan orang yang berpendidikan termasuk kaum kaum yang termaginalkan.

 

Bergesernya makna pendidikan dewasa ini juga menyebabkan bergesernya cara pandang masyarakat  terhadap makna pendidikan itu sendiri, para orang tua lebih senang mendaftarkan putra-putrinya kursus cara menghitung cepat / atau kursus bahasa asing, memang tidak ada yang salah, sebagian kasus hal tersebut juga diperlukan, akan tetapi kita sering lupa mengajarkan nilai-nilai luhur budi pekerti dari yang terkecil yakni mengucapkan syukur kepada Allah SWT dalam keadaan apapun, baik memperoleh nikmat atau musibah, karena tidak ada kejadian sekecil apapun didunia ini kecuali atas kehendakNya.

 

Ilmu sains, ilmu bahasa, dan ilmu teknologi yang diajarkan kepada anak itu berupa pelajaran atau transfer ilmu dengan metode yang biasa kita sebut sebagai pengajaran dalam bahasa arab disebut ta’lim, sedangkan pembentukan karakter anak adalah dengan cara mendidik yang berkarakter, secara garis besar pendidikan adalah dari kata dasar didik yang memperoleh imbuan pe-kan maknanya mendidik atau dalam bahasa arabnya tarbiyah, pendidikan yang berkarakter dimaknai dengan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil (Samani dan Hariyanto, 2011: 46). Sedangkan Wibowo (2012: 36) mendefinisikan pendidikan karakter adalah  pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan karakter-karakter luhur kepada anak didik, sehingga mereka memiliki karakter luhur itu, menerapkan dan mempraktikkan dalam kehidupannya baik di keluarga, masyarakat, dan negara.  

 

Pendidikan dan pengajaran adalah suatu metode pencetak generasi bangsa yang unggul dan luhur, keduanya tidak bisa dipisahkan atau berdiri sendiri, pendidikan tanpa pengajaran menghasilkan manusia tanpa wawasan , sedangkan pengajaran tanpa pendidikan hanya menghasilkan ilmuwan yang tidak bertanggung jawab, pemimpin yang tidak amanah, pedagang yang tidak jujur, penguasa dzalim, pengusaha rakus, karyawan yang tak berdedikasi, sehingga pada ujungnya tatanan atau pola kehidupan masyrakatnya tidak lagi mementingkan azas kebersamaan, pemimpinnya tidak lagi mementingkan rasa kemanusiaan.

 

Menyadari pentingnya pendidikan dan pengajaran untuk masa depan, kita  sebagai orang tua harus tetap seimbang dalam hal mendidik dan mengajar atau jika kita seorang peserta didik harus seimbang dalam hal memperoleh pendidikan dan memperoleh pengajaran, Dari Ibnu Abbas R.A Ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka dia akan difahamkan dalam hal agama. Dan sesungguhnya ilmu itu dengan belajar” (HR. Bukhori). Dalam skala individu paling tidak kita melaksanakan kewajiban sebagai seorang manusia untuk mencari ilmu tentunya dalam takaran dan dimensi masing-masing, atau dalam skala makro kita diibaratkan sedang mencari bahan logistik untuk menjalankan tanggung jawab kita sebagai Khalifahtullah di Bumi.

Please reload

Other News

Sambut MEA, UPT BP2D Dinas Pendidikan Prov. Jatim Gelar Festival Cipta Desain & Fashion Show bagi Siswa SMK se-Jatim

May 13, 2017

1/10
Please reload

© Rapendik 2018