MPLS di Surabaya Bebas “Perpeloncoan”

July 20, 2016

 

Tahun ajaran baru selalu tidak lepas dari kegiatan  Masa Penegenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sesuai dengan permendikbud no 18 tahun 2016 bahwa sekolah tidak boleh mengadakan aktifitas perpeloncoan atau kegiatan yang tidak ada unsur pendidikan, hal ini yang tampaknya dilakukan oleh beberapa sekolah yang ada di Surabaya.

 

Dari hasil pantauan rapendik on streaming, beberapa sekolah diantaranya, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 9, SMPN 1 dan SMKN 7 Surabaya melaksanakan MPLS lebih menekankan kepada pengenalan lingkungan sekolah, baik itu tempat, guru dan juga kakak kelas mereka dengan kegiatan yang menyenangkan.

 

Seperti yang diadakan oleh SMPN 1 Surabaya, selama tiga hari mulai senin, 18/07/2016 sampai rabu 20/07/2016, diisi dengan kegiatan motivasi oleh para alumni SMPN 1 Surabaya angkatan tahun 91’ dan juga kegiatan bakti sosial yakni pengobatan gratis bagi warga mitra SMPN 1 Surabaya juga para Guru yang sudah purna tugas.

 

Hal ini disampaikan oleh Kepsek SMPN 1 Surabaya, Dra. Titik Sudarti, M.Pd, Titik mengatakan bahwa sejak dulu SMPN 1 Surabaya tidak pernah mengdakan kegiatan MPLS dengan orientasi fisik yang keras serta bullying,  “hal ini sudah saya terapkan sejak dari dulu, jika tahun ini ada aturan tentang kebijakan Mendikbud yang melarang kegiatan perpeloncoan, pihak kami sudah melakukannya,” ujarnya.

 

Tidak hanya itu, untuk memberi motivasi kepada peserta didik yang baru, pihak SMPN 1 Surabaya bekerja sama dengan para alumni untuk sharing dan inspiring bagaimana cara agar bisa sukses meraih cita-cita yang diimpikan, para alumni yang terdiri dari berbagai macam profesi mulai dari dokter spesialis, pengusaha hingga mendatangkan imam masjid Al-Akbar Surabaya, dinilai cukup ampuh untuk membangkitkan semngat belajar para peserta didiknya.

 

Ditempat yang sama, Sri Wahyuni, wali murid peserta didik baru yang mengikuti MPLS bersyukur bahwa kegiatan kali ini tidak memberatkan orang tua, karena perlengkapan yang dipakai MPLS di SMPN 1 Surabaya semuanya masih dalam batas kewajaran, “ tidak ada tas kresek, pita atau kaos kaki warna-wani, jadi lebih mudah menyiapkannya, semuanya masih relevan dengan unsur-unsue pendidikan,” ujarnya.

 

Please reload

Other News

Sambut MEA, UPT BP2D Dinas Pendidikan Prov. Jatim Gelar Festival Cipta Desain & Fashion Show bagi Siswa SMK se-Jatim

May 13, 2017

1/10
Please reload

© Rapendik 2018