Catatan Forum Diskusi Generasi Emas Indonesia Bersama Rapendik #01

August 21, 2017

 

Pendopo Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur hari Jumat yang lalu, 18/08, sejak sore sudah terlihat berbeda dari hari biasanya, beberapa orang tampak sibuk mendirikan panggung beserta kelengkapannya , ya, hari itu Rapendik on Streaming, radio pendidikan dibawah naungan UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sedang menggelar acara Forum Diskusi bersama Komunitas Generasi Emas Indonesia. 


Terpantau mulai pukul 19.00 wib, peserta diskusi dari berbagai sekolah menengah atas di Surabaya sudah mulai berdatangan,  forum diskusi yang sedianya dilakukan setiap satu bulan sekali ini, pada malam hari itu dihadiri juga dari berbagai elemen masyarakat diantaranya dari komunitas Debu Nusantara Malang diwakili oleh Doni Ukik dan Abi, Kank Hari Santoso dari Best Parenting Practise dan Agus Syafiie founder Komunitas Generasi Emas.


Pukul 19.30 wib, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjut dengan presentasi oleh Yanu Feriadi dari rapendik on streaming untuk memperkenalkan program dan informasi yang berguna bagi masyarakat di Jawa Timur, diantaranya kegiatan tahunan Festival Sinema Sekolah (FSS) 2017 dan program forum diskusi ini yang dibuat dengan dua format, format pertama, diskusi dengan peserta tatap muka diadakan 1 bulan sekali, format kedua diskusi diadakan secara online, peserta bisa menyaksikan di chanel youtube Rapendik on Streaming atau di web, www.rapendik.com diadakan setiap jumat dari jam 19.00 s.d 21.00 wib.


Setelah selesai presentasi dari pihak rapendik, dimulailah forum diskusi dengan dibuka oleh Selis Dwi Santoso sebagai moderator, pada awal pembukaan diskusi moderator mencoba menggali dan mencoba merangsang pola berpikir peserta untuk bisa mempersepsikan suatu permasalahan dari peristiwa dan sumber informasi yang peserta terima untuk bisa memberikan penafsiran pemikirannya.

 

Disaat suasana sudah menyatu antara peserta dan pemateri, forum diskusipun mengalir, diwalai dari Agus, founder Komunitas Generasi Emas, disini Agus memberikan wawasan tentang sejarah tokoh Nusantara mulai dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya sampai bangkitnya generasi muda ditahun 1900 an ditandai dari pemikiran dan gerakan yang dilakukan oleh Dr. Soetomo, Ir. Soekarno, HOS Cokroaminoto dan masih banyak tokoh tokoh yang lainnya, Agus mengatakan bahwa kita mempunyai sejarah keemasan bangsa Indonesia yang ini seharusnya bisa menjadi cambuk bagi pemuda saat ini untuk bisa segera memulai dan mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh para pendiri bangsa ini untuk kemajuan bangsa Indonesia kedepan.


Sedangkan menurut Kank Hari Santoso, generasi emas adalah mereka yang dapat menunjukkan produktifitas untuk dirinya sendiri dengan memunculkan suatu gagasan yang dapat menghasilkan suatu karya, menurut Kank Hari anak muda diera sekarang harus dapat memiliki karya yang bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya dan orang lain, dengan mencotohkan perjalanan dari putrinya, Momo Indie, dimana Momo menceritakan secara langsung bagaimana dia berusaha menggali potensinya dibidang modeling serta apa yang harus dilakukan untuk bisa mewujudkan cita-citanya tersebut.


Dari Komunitas Debu Nusantara sendiri diawali dari Doni, Doni mengajak anak-anak muda sekarang untuk memiliki pemikiran yang kritis dalam segala aspek, berani mencari akar pada sebuah peristiwa, latar belakang  sebuah permasalahan, Doni mencotohkan mengapa negara kita dinamakan Indonesia?, Indonesia berasal dari kata yunani yakni Indo dan Nesi yang artinya pulau yang berjarak, sebelumnya negara kita memiliki nama Dwipantara pada masa kerajayaan Sriwijaya sampai nama Nusanatara hingga tahun 1928 baru menjadi Indonesia. 


Selanjutnya Abi juga menambahkan beberapa fenomena dimana anak anak sekarang yang bisa bijak di media sosial dengan tulisannya akan tetapi berbeda sekali dengan penerapan di dunia nyata, ketika ada anak bersama ibunya datang untuk daftar sekolah dan si anak bisa tidak berlaku sopan kepada ibunya sendiri hanya karena sang ibu salah masuk ruangan, banyak norma-norma sosial dan agama yang mulai pudar pada generasi sekarang, yang tentunyaini juga menjadi tantangan kita semua untuk bisa berani menjadi contoh tauladan yang baik bagi teman dan lingkungan sekitarnya. 


Disesi terakhir untuk menyeimbangkan antara olah rasa dan karsa, peserta disuguhkan karya seni dari teman-teman SMA Khadijah Surabaya dengan penampilan seni pertunjukan banjari, setelah itu dilanjutkan dengan menampung ide dan gagasan dari para peserta yang juga turut memberikan warna dan wawasan dari sudut pandang yang lain pada forum diskusi pada malam hari itu yang berlangsung dengan akrab dan hangat. (sel/gung)
 

Please reload

Other News

Sambut MEA, UPT BP2D Dinas Pendidikan Prov. Jatim Gelar Festival Cipta Desain & Fashion Show bagi Siswa SMK se-Jatim

May 13, 2017

1/10
Please reload

© Rapendik 2018